Bagaimana mengatasi Sindrom Ayah Baru

Sebagai new mom, tentu saja perhatian kita tercurah sepenuhnya ke si kecil, karena semua ibu pasti merasa masa-masa awal pertumbuhannya adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan. Mulai dari memandikannya, memberinya asi, menyuapi makan, menggendongnya, meninabobokannya, hingga semua hal dari hal besar sampai hal-hal remeh anak kita, pasti kita ingin mengerjakannya sendiri.

Tetapi…apakah anda sadar, bahwa ada seseorang yang mungkin memerlukan perhatian anda? Siapakah itu? Yup, benar sekali…yaitu sang ayah..

Kebanyakan dari kita mungkin berpendapat bahwa new parent harus mendahulukan bayi dari semua prioritas yang ada. Memang benar sekali. Tapi, mengatur prioritas terpenting untuk si buah hati, bukan berarti mengesampingkan yang lain. Seringkali kesibukan ibu baru ini membuat sebagian suami merasa cemburu karena tak diperhatikan lagi. Memang tidak semua suami berekasi seperti ini.

Saya beruntung suami saya adalah salah satunya. Ia selalu mendukung saya penuh dalam merawat Kia yang sekarang 3 bulan. Bahkan saat Kia baru lahir dan saya masih mengalami new mom syndrome dan baby blues, ia dengan sabar mendukung saya agar selalu sabar menghadapi peran baru ini dan meyakinkan saya bahwa saya bisa.

Namun meskipun begitu keadaanya, kemarin akhirnya saya menangkap sinyal bahwa dia ingin ”rekindling the old flames” alias mengulang masa-masa romantis dulu. Hehehe…saya hanya tersenyum dalam hati, pura-pura nggak tahu. Karena tiba-tiba saja ia meminta untuk pergi keliling kota dengan sepeda motor (padahal ada mobil di rumah). Akhirnya sepulang kerja, saya menyusui Kia hingga kenyang hingga Kia ngantuk dan tertidur, kemudian meminta mama mertua utk menjaganya. Nah..jadilah kami keliling kota sore-sore berboncengan motor, dalam hati saya pengen ketawa, tapi demi suami saya tercinta, tentulah sekali-sekali seperti ini juga perlu. Padahal dulu dia paling males kalau pergi keluar rumah tanpa alasan hanya untuk muter-muter saja. Dalam perjalanan sambil saya memeluk pinggangnya erat, ia berkata, ”Kayak anak SMA pacaran aja yah ma?”….”Hehehe…iya”, jawab saya sambil tersenyum.

Setelah saat itu, ia yang sebelumnya sangat support dalam mengurus Kia (seperti bangun malam kalau saya capek dan menggendong Kia), sekarang jadi lebih perhatian lagi dan makin sering mengungkapkan rasa sayangnya pada saya.

Nah dari cerita saya itu, saya membayangkan, bagaimana dengan anda yang mempunyai suami yang kurang support atau cemburu terhadap hadirnya si kecil? Tentu saja anda harus pintar-pintar menghadapinya. Berikut mungkin tips yang bisa membantu anda :

  1. Jangan meninggalkan kebiasaan lama anda dalam hal romantisme. Panggilan sayang masih tetap bisa dipakai kok, asal tidak di depan si buah hati, karena takut nantinya si kecil akan meniru anda dalam memanggil suami. Ciuman kecil di pipi sebelum suami atau anda berangkat ke kantor juga tak kalah penting. Ucapkanlah ”I love you” atau kata-kata cinta lain sesuai cara anda. Mungkin banyak dari anda yang menganggap ini tidak pantas lagi, tapi cobalah dulu, dan jika suami anda menyukainya dan makin sayang pada anda, kenapa tidak?
  2. Jika suami anda memberikan sinyal untuk minta diperhatikan, jangan katakan hal yang akan menyakiti hatinya. Jika ia meminta sesuatu dan anda tak bisa memberikannya karena sedang sibuk mengurus si kecil, maka jelaskanlah dengan lembut. Misal ia ingin dibuatkan kopi, tapi si kecil sedang rewel, jangan marah dan mengatakan ”Nggak tau apa adek lagi rewel nih, bikin sendiri sana!”…Tapi ucapkanlah, ”Sebentar ya Pa, mama tenangin adek dulu yah…nanti mama bikinkan…”. Memang butuh kesabaran, tapi yakinlah, ini akan berbuah manis untuk anda berdua.
  3. Luangkanlah waktu untuk menjalani aktivitas berdua. Jalan-jalan ke mall atau keliling kota, dan mengulang kebiasaan ketika masih berdua oke juga. Jika anda tinggal di dekat orang tua atau orang yang bisa dipercaya, mintalah mereka untuk datang dan menjaga si kecil. Saya kurang setuju untuk meninggalkan si kecil hanya sendiri bersama baby sitter, sebaiknya tetap ada orang kepercayaan kita yang juga mengawasi. Jika tidak ada orang yang bisa menjaga si kecil dirumah, maka anda tak perlu keluar rumah untuk menikmati waktu bersama bukan? Carilah waktu saat si kecil sedang tidur, sekedar duduk-duduk santai sambil ngobrol dan bercanda berdua seperti saat masih pacaran oke juga bukan?
  4. Jika anda tak punya ide untuk aktivitas berdua, cobalah berdua mengingat-ingat dan bernostalgia, kegiatan apa saja yang dulu suka anda lakukan berdua. Mungkin shopping di mall, atau hunting novel berdua di toko buku.
  5. Yang ini harus diperhatikan, pastikan anda menyusui si kecil dan menyuapinya makan hingga kenyang sebelum anda pergi berdua. Dan pastikan anda harus sudah ada di rumah waktu diperkirakan si kecil sudah haus atau lapar lagi, jika tidak bisa maka pastikan pastikan anda punya stok asi peras atau makanan untuknya.
  6. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, selama beraktivitas berdua, usahakan jangan terlalu sering menunjukkan bahwa anda khawatir terhadap si kecil (meskipun pasti anda khawatir meninggalkannya), namun bukankah si kecil ada bersama orang kepercayaan anda? Jadi usahakan jangan menunjukkan kekhawatiran, atau pasangan anda akan merasa terganggu bahkan upset terhadap reaksi anda ini. Menelepon kerumah untuk mengecek oke saja, tapi sebaiknya jangan lakukan terlalu sering. Nikmati saja waktu anda berdua.
  7. Jika si kecil sudah memungkinkan untuk bepergian jauh, liburan bersama-sama ke luar kota boleh juga menjadi pilihan. Meskipun anda berdua harus agak repot dalam mempersiapkan semua perlengkapan si kecil. Tapi yakinkan suami anda bahwa mengurus anak dapat dilakukan dan dinikmati bersama. Bahwa anda berdua sekarang sudah tidak berdua lagi, dan itu justru lebih mengasyikkan.

Nah, bagaimana? Patut dicoba kan? Ok, semoga berhasil!! Yakinkanlah suami anda bahwa ia bisa menjadi seorang ayah yang hebat untuk anak anda dan tetap masih menjadi suami dan kekasih yang penuh kasih sayang untuk kita, istrinya tercinta…

8 Responses

  1. Wah, belum cukup umur nih saya buat baca posting ini:mrgreen:

    btw, baby blues itu apaan toh?

  2. @galih
    gpp…buat persiapan :p
    baby blues tuh sindrom yg dialami tiap ibu yg baru melahirkan..perasaan ibu baru jadi kayak roller coaster..gak jelas, moody n berubah2…tiap inget bayinya..entah itu senang atau sedih..bawaannya pengen nangis mulu…😀

  3. ulliie…
    secara tak sadar aku udah meneteskan airmataku membaca postingmu ini.
    jujur…kamu adalah teman wanitaku yang terhebat selama aku menjalani hidup di dunia ini.

    tiada kata kata lain selain bilang kamu HEBAT

    beda banget dengan aku…
    bolehkah aku minta tipsnya biar bisa mendekatilah setidaknya menjadi wanita seperti dirimu ini???

    endah (teman A1 SMU)

  4. walah ibu rumah tanggan yang baik nih!!!
    ribet juga ya jadi ibu rumah tangga yang baik buat anak dan suami
    ooh iya kan balik ke sby ato madiun??
    gimana kabar ayah ibu kamu??
    meraka masih di dolopo??

  5. @endah
    wah..jd GR nih..sbg manusia biasa aku yakin aku gak sehebat yg kamu bilang ndah..tp semoga saja aku bisa memberikan sedikit pengalaman yg membantu..🙂
    aku yakin..setiap wanita terlahir menjadi seorang wanita dan calon ibu yg unik & hebat…so…dont be worry😉

    @aliep
    ya beginilah punya peran ganda, harus bener2 bisa bagi waktu. Alhamdulillah bpk ibu baik, skrg di dolopo. Kl pulang ya ke sby trus dolopo gt…

  6. sama kaya’ galih… kaya’nya belum cocok baca tulisan diatas🙂 . sharing yang baik nih bagi pembaca.

    btw, klo temenku (cowok) pernah bilang gini, dlu sebelum punya anak… yang dikangenin ibunya terus, tapi sekarang setelah punya anak… yang dikangenin malah baby nya. klo gini, ibunya cemburu gak yah?

    *hanya cerita dari pengalaman teman, klo saya belum berani cerita, whehehe😀

  7. @nra
    hehe..gpp..bwt nambah wawasan dan persiapan :p
    Nggak perlu cemburu…biasalah bapak2 suka ngakunya gitu….apalagi kl baru awal2 punya baby…. menurut pengalaman pribadiku…memang sih pertama yg dikangenin pasti babynya lah…tapi…bbrp waktu kemudian…akhirnya ibunya pasti dikangenin juga hehehe…

  8. ada buku untuk panduan menjadi ayah baru gak yah ? hehehe pengen beli buat pacar saya ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: