Petualangan yang berakhir dini

Melihat tayangan Amazing Race Asia Season 2 yang biasa ditayangkan di AXN pada kamis malam pukul 21.00 wita, terutama episode 3 kemarin (kalau nggak salah), saya jadi punya bahan obrolan ringan (atau lebih tepat uneg2) untuk ditumpahkan.

Mungkin tayangan reality show ini bukanlah sebuah lomba yang serius untuk membuktikan keunggulan suatu Negara tertentu, reality show ini – seperti reality show yang lain – hanya ditujukan untuk hiburan (baca: menyenangkan orang yang menonton – bisa dilihat dari pesertanya yang hampir semua adalah orang-orang yang bekerja di bidang entertainment yang notabene berpenampilan fisik yang oke). Anda yang sempat melihat Season 1, pasti bisa membandingkan komposisi pesertanya. Pada season 1, tim Indonesia diwakili oleh Mardi dan Mario (kalau nggak salah). Dua orang kakak beradik (bukan selebritis atau orang terkenal), tetapi bisa bertahan sampai 4 besar. Not bad gitu… Meskipun dari segi penampilan fisik tim yang disebut juga MnM ini tidak sekiyut model, tapi pembawaan mereka serta aksi mereka yang kocak dan smart, bisa dibilang cukup menghibur penonton, termasuk saya (yang notabene sebagai warga Negara Indonesia yang pengen negaranya punya prestasi diantara bangsa yang lain, tetapi sering kecewa hehehe…)

Entah ini buntut kekecewaan menonton laga timnas sepakbola kita di SeaGames waktu vs Myanmar, yang hanya berakhir 0-0, dan permainan yang sama sekali tidak menghibur, atau sebab yang lain saya juga nggak tau. Tapi kembali, setelah kemarin menyaksikan Tim Indonesia pada Amazing Race Asia Season 2, saya kecewa lagi…bahkan malu lebih tepatnya mungkin….

Mengapa?

Pada episode kemarin, Tim dari Indonesia yang diwakili oleh Kinaryosih dan Brett, akhirnya harus tersingkir bahkan pada saat lomba belum sempat memanas. Sangat disayangkan (dan memalukan mungkin?), kalau Anda menyaksikan episode kekalahan Tim Indonesia ini.

Kronologisnya sebagai berikut:

Pada perlombaan pertama, yaitu menghitung uang, Kinar & Brett yang tadinya start dari posisi 4, akhirnya malah baru berhasil menghitung uang pada saat-saat terakhir. (tim jepang – so pasti jago dalam hal-hal kayak begini, seperti pada waktu menyusun komponen sepeda menjadi sepeda utuh pada episode sebelumnya – yang biasa bekerja dengan fokus, hati-hati, dan tanpa banyak cing cong akhirnya berhasil menghitung uang yang terdiri dari ratusan recehan pecahan logam dan kertas itu, dan selesai pertama kali dibanding yang lainnya. Saya salut akan tim ini, yang berpembawaan tenang, kalem, tak banyak bicara – tidak seperti tim-tim lain yang terlalu banyak aksi). Nah, tapi untungnya kesembilan tim yang selesai menghitung uang, akhirnya berangkat ke New Zealand dalam satu pesawat. Legalah saya karena akhirnya bisa start sama-sama lagi.

Tapi setelah sampai di New Zealand, saat semua tim sudah menemukan mobil untuk menuju lokasi lomba selanjutnya, Kinar & Brett malah bingung mencari mobil mereka. Alhasil, mereka berangkat paling akhir.

Kesalahan yang mutlak adalah tim ini tidak pandai dalam membaca arah dan tidak punya intuisi dalam bertualang di lokasi yang tidak dikenal. Saat tim lain sudah menyelesaikan ”Detour” dan menuju ke tempat pemberhentian terakhir pada episode itu, Tim Indonesia ini baru saja sampai pada lokasi tantangan pertama. Pada saat detour, mereka juga tim terakhir yang sampai pada lokasi tersebut. Detour yang dipilih adalah wall climbing. Bisa ditebak, Brett yang berbadan lumayan kuat, bisa saja melakukan tantangan itu dengan mudah. Tapi sayangnya, Kinar sepertinya tidak bisa menyelesaikan tantangan itu, dan malah menangis (bukannya memutuskan untuk langsung pergi ke lokasi detour yang lain). Akhirnya mereka menuju lokasi detour yang lain, tetapi ternyata lokasi tersebut sudah tutup.

Nah, karena kedelapan tim yang lain telah finish di tempat pitstop, tentu saja akhirnya mereka dikomando untuk langsung menuju pitstop, tentunya hanya untuk mendengar kabar buruk untuk dieliminasi.

Yah…sayang sekali. Lagi-lagi indonesia harus dipermalukan. Kalah dengan tim lain yang sepertinya terlihat lebih lemah dari mereka. Bukan masalah apa-apa sih, ini hanya reality show untuk tujuan hiburan dan bisnis. Tapi tujuan bisnis itu juga masalahnya. Jika tim indonesia dianggap menarik perhatian penonton, apakah karena tingkah lakunya yang atraktif, menghibur, kocak, bahkan menjengkelkan, mungkin saja tim ini masih bisa dipertahankan. Tapi ya kenyataannya begitu. Sekali lagi, ini Cuma hiburan.

Dan sayapun hanya bisa berkomentar, seharusnya Tim Indonesia bisa mengirimkan wakil yang lebih ”gila”, mungkin Indra Bekti & Indie Barends, ato mungkin Daniel & Nirina, pastinya Amazing Race Asia bakalan lebih menarik untuk disimak.

2 Responses

  1. Ayo say ntar season 3 kita ikutan :p..pasti juara

  2. 😀 nggak mau ah…..tar kl road block nya bungy jumping…aku yg disuruh heheheheh…. (daripada tar ada yg semaput)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: