iHTML vs Web Client

Setelah sukses (dengan hanya sedikit berdarah-darah) menginstal Hyperion System 9 BI+ beserta Foundation Service nya di PC yang didapuk menjadi server (untuk kepentingan testing), akhirnya saya sekarang mulai bisa mengembangkan pikiran lebih jauh untuk pengalaman yang lebih luas di dunia Hyperion ini.

Hal penting yang saya pelajari (selain masalah teknis development dashboard dengan Interactive Reporting Studio) adalah deployment dashboard ke portal melalui plugin. Hal ini penting, karena menentukan langkah apa dan model desain yang kita butuhkan agar tepat dalam pemilihan plugin.

Oleh karena itu, saya akan mencoba membuat sekedar perbandingan antara dua plug in yang ada untuk mensupport jalannya aplikasi Hyperion di portal.


iHTML (intelligence Server)

  1. Light-weight, karena seluruh aplikasi dijalankan dari server. Client hanya meload halaman atau komponen yang dilihat oleh user. Sehingga memory yang dibutuhkan untuk menjalankan browser juga kecil.
  2. (Menurut forum di ittoolbox.com), fitur drill down masih dapat dijalankan. Tetapi menurut hasil testing saya, pada iHTML, chart atau pivot yang di embed ke dalam dashboard akan otomatis berubah menjadi image (untuk selanjutnya jika ada perubahan yang lebih valid, akan saya tulis ulang di blog ini).
  3. tidak membebani traffic jaringan, karena transfer data server-client hanya pada halaman yang diakses saja.
  4. tidak membutuhkan spek hardware yang tinggi (karena sifat lightweight nya)
  5. komponen JOOLE (komponen yang dapat mensupport generate file-file MS Office), didisable untuk alasan keamanan.


Web Client

  1. Heavy-weight, karena seluruh aplikasi diload dari server ke computer client. Sehingga memory yang dibutuhkan untuk menjalankan browser juga sebesar aplikasi yang dijalankan.
  2. fitur drill down dapat dijalankan baik pada pivot ataupun chart.
  3. Kemungkinan membebani traffic jaringan (pada saat pertama kali loading di browser), tetapi kelebihannya, setelah loading selesai, maka akses lebih cepat.
  4. membutuhkan spek hardware yang tinggi (untuk aplikasi yang pernah saya publish, memiliki sekitar 10 query-result, membutuhkan free ram untuk menjalankan plug in di browser sebesar 250MB!!!)
  5. Mendukung komponen JOOLE (komponen yang dapat mensupport generate file-file MS Office).


Jadi dengan pertimbangan di atas, developer bisa merencanakan terlebih dahulu, kira-kira plug in mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jika dibutuhkan generate file-file MS Office (misal laporan dalam format word atau excel), maka Web Client pilihannya (meskipun konsekuensinya hardware requirement yang tinggi). Jika yang ditampilkan hanya tampilan saja (tanpa generate file), maka iHTML adalah pilihan terbaik.

5 Responses

  1. wadow, bu ulliee makin mantabs aja neh ilmu2nya🙂
    salut deh… 10 thumbs for u (sayang gak punya, tak kasih 4 aja yah)😀

  2. @nra
    wah..saya ini juga baru beginner kok😀 pengennya sekedar sharing aja….sapa tau ada yg bermanfaat…
    nggak perlu 4 jempol, 2 aja cukup….(heheh..tidak menerima acungan jempol kaki😀 )

  3. Ndak nyambung😦 but anyway thanks sharing-nya. siapa tau kelak membutuhkan🙂

  4. @galih😀 aku nyambungnya juga baru sebatas itu juga kok….kl ditanya yg aneh2 paling jg gak bisa heheheh….

  5. saya dah berhasil install hyperion system 9.3.1 and EASnya juga kemudian saya install web analysis dan sudah berhasil di konfigur dengan shared services, pertanyaan saya waktu di panggil dari browser hyperion web analysis kan panggil java applet, nah abil itu trus manteng aja tuh mbak ? status msg pada browser said “web analysis client not initiated” why….?
    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: