Pertanyaan dalam hidup

Sementara saya belum ada kerjaan, tak ada salahnya sedikit cerita. Jadi mohon maaf sebelumnya kalau posting ini mungkin tak banyak bermanfaat hehehehe…

Beberapa hari terakhir, si adek udah mulai kerasa ”tendangannya”. Subhanallah rasanya menakjubkan sekali, merasakan gerakannya dalam perut. Pertama rasanya aneh, seperti ”keduten” kl kata orang jawa. Kadang-kadang rasanya kayak dicubit di dalam perut (menurut penjelasan medis, janin memang kadang suka bereksperimen dengan ”tempat tinggalnya” yaitu plasenta, dengan meraba-rabanya). Hihihi…lucu banget deh..

Kalo menengok ke belakang, saya jadi terheran sekaligus takjub. Betapa hidup kita ini jalannya udah diatur sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa. Saya benar-benar mengalaminya kali ini, dan makin menyadari betapa hidup kita ini sudah ada skenarionya.

Berikut mungkin beberapa dari banyak sekali ”skenario” yang dibuat untuk saya, yang saya sadari :

  1. Mengapa waktu lulus kuliah, saya dengan ngotot pengen kuliah di Surabaya?
    Fact :

    • Waktu SMA saya sangat gak suka dgn Surabaya, kriminalitasnya, hiruk pikuknya, panasnya, banjirnya, nyamuknya…hingga akhirnya tercetus ide, ”Mau dibayar berapapun saya gak bakal mau kuliah dan tinggal disini!”

      Waktu lulus SMA saya sudah ditawari oleh teman bapak saya untuk kuliah sambil kerja di Aussie, saya nggak tertarik dan tetap keukeuh kuliah di surabaya, apakah itu T. Informatika atau S. Informasi. (Orang dengan pikiran sehat pasti akan mengambil tawaran pergi ke Aussie!!)

      Akhirnya jawabannya adalah :
      Ternyata saya akan ditunjukkan untuk dipertemukan dengan jodoh saya

  2. Mengapa baru 2 minggu saya kuliah sebagai mahasiswa baru di T. Informatika ITS dan saya akhirnya bertemu dengan seorang cowok – kakak kelas saya, yang saat itu baru saya kenal dan kami langsung fall in love, padahal saya bukan orang yang mudah jatuh cinta – yang sekarang jadi belahan hati saya?
    Fact :

    Waktu SMA saya sangat gak suka dgn Surabaya, kriminalitasnya, hiruk pikuknya, panasnya, banjirnya, nyamuknya…hingga akhirnya tercetus ide, ”Mau dibayar berapapun saya gak bakal mau kuliah dan tinggal disini!”

    Waktu lulus SMA saya sudah ditawari oleh teman bapak saya untuk kuliah sambil kerja di Aussie, saya nggak tertarik dan tetap keukeuh kuliah di surabaya, apakah itu T. Informatika atau S. Informasi. (Orang dengan pikiran sehat pasti akan mengambil tawaran pergi ke Aussie!!)

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Ternyata saya akan ditunjukkan untuk dipertemukan dengan jodoh saya

  3. Mengapa baru 2 minggu saya kuliah sebagai mahasiswa baru di T. Informatika ITS dan saya akhirnya bertemu dengan seorang cowok – kakak kelas saya, yang saat itu baru saya kenal dan kami langsung fall in love, padahal saya bukan orang yang mudah jatuh cinta – yang sekarang jadi belahan hati saya?

    Fact :

    Waktu pertama kali keterima di T. Informatika ITS, saya pernah punya cita-cita, untuk kuliah dengan baik, cepat lulus, dapat kerjaan yang bagus, baru cari jodoh.

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Ternyata dia memang jodoh saya (semoga sampai selamanya, Amien 1000x…)

  4. Mengapa setelah baru 1 tahun saya kuliah, bapak saya harus pergi ke luar negeri untuk dinas selama 4 tahun? Dan saya harus ditinggalkan sendiri di Surabaya untuk meneruskan kuliah?

    Fact :

    Saya adalah anak pertama, anak perempuan, dan akhirnya mau tak mau harus benar-benar mandiri selama keluarga saya jauh dari saya

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Jika orang tua saya tidak pergi ke luar negeri, mungkin kami akan melangsungkan pernikahan di Madiun, setelah saya lulus kuliah. Tetapi akhirnya kami diberikan kesempatan untuk jalan-jalan dan menikah di kota yang begitu indah – Cairo – dan memulai hidup baru dan menikah di usia muda sebelum saya lulus S1, yang menurut saya, adalah salah satu keputusan paling tepat dalam hidup saya.

  5. Mengapa suami saya akhirnya mendapatkan kerja di tempat yang jauh dari Surabaya (tempat tinggal kami setelah menikah), dengan jam kerja yang tidak biasa, dan harus rela jauh-jauhan selama 2 minggu?

    Fact :

    Saya paling nggak tahan kalau harus jauh dari suami, padahal waktu itu keadaan saya dalam masa akhir studi S1.

    Waktu sebelum diterima kerja, saya pernah becanda dgn suami, ”Meskipun gaji gede, nggak mau deh kl harus jauhan gitu, yang terpenting kan keluarga…”

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Ternyata nantinya saya juga akan bekerja di dekat sana juga, (Baca No. 7)

  6. Mengapa waktu saya baru lulus kuliah dan berusaha mencari kerja (bahkan ada yang diterima, tapi saya tolak), tapi masih gagal dan akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 dengan pertimbangan saya bisa menjadi dosen suatu saat nanti?

    Fact :

    Mama saya sempat menentang ide untuk menjadi PNS (dosen), dan saya pun sebelumnya belum pernah punya ide untuk menjadi dosen.

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Ternyata nantinya saya juga akan bekerja di dekat sana juga, (Baca No. 7)

  7. Mengapa setelah saya melamar menjadi dosen di beberapa tempat, tapi saya masih belum diterima?

    Fact :

    Waktu itu saya sudah sreg sekali utk jadi dosen, memanfaatkan ilmu saya, belajar terus, dan bisa kuliah gratis ke luar negeri.

    Akhirnya jawabannya adalah :

    Ternyata nantinya saya juga akan bekerja di dekat sana juga

  8. Mengapa tiba-tiba ada lowongan di PKT, yang begitu mendadak dan mepet dengan closing date nya, dan alhamdulillah saya akhirnya diterima?

    Fact :

    Ini yang merupakan misteri terbesar, rejeki orang masuk di dalamnya. Saya sama sekali tidak punya gambaran sebelumnya bahwa saya akan bekerja di Bontang.

    Dulu saya sempat bilang ke suami saya, ”Nggak mau deh kl disuruh tinggal di bontang, kota kecil gitu jauh dari mana2, pasti bosen bgt, kalo pengen ke mall gimana?”

  9. Sewaktu mengikuti pelatihan kewiraan (yang ala militer) dan harus merayap di tambang, mengapa kaki saya keseleo sehingga tidak bisa merayap di tambang?

    Fact :

    Subhanallah…ini yang paling ajaib. Waktu itu saya belum tahu bahwa saya sudah hamil. Saya baru tahu tentang kehamilan saya sesaat setela kewiraan selesai. Saya nggak berani membayangkan kalau saat itu saya juga mencoba merayap di tambang.

  10. Mengapa setelah 3 tahun menikah, kami baru dipercayai untuk memiliki buah hati?

    Fact :

    Tidak ada penyakit apapun yang menghambat kondisi kami untuk memiliki keturunan, bahkan sudah berusaha ke dokter, tapi hasilnya masih tetap sama. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berserah diri pada Allah saja. Kenyataannya adalah, memang sekarang ini adalah saat yang paling tepat buat kami.

Masih banyak pertanyaan yang lain, yang belum muncul, tapi saya yakin Allah pasti memberikan yang terbaik bagi saya, bagi suami saya, bagi calon keluarga kecil kami. Semoga Allah tetap melindungi kami.

Semoga cerita ini bisa memberikan manfaat dan sedikit inspirasi, bahwa kita kadang-kadang tak harus mempertanyakan semuanya. Pasti sudah ada jalan yang lebih baik bagi kita. Just think positive!

2 Responses

  1. Allahu Akbar… Allah maha tau untuk seluruh ciptaannya. Semoga sikecil lahir dalam keadaan sehat walafiat, and buat Pak Gunna n Bu Ulliee (panggilnya pak n bu aja, biar resmi😀 ) semoga langgeng sampe punya anak cucu🙂 .

    * mode : ko’ jadi pengen yah😀

    Emang takdir itu gak bisa kita bayangin, sekuat apapun kita berusaha klo memang belum diberikan, kita harusnya berdoa dan tawakkal. Aku juga gak kebayang bisa sampe seperti saat ini… SubhannAllah.
    nice story🙂

  2. @nra🙂 Amien…thanks bwt doanya. Tp panggil Pak Bu kayaknya malah jadi aneh deh😀 but gpp..emang udah saatnya kita jadi “tua” heheheh…
    Ayo nra…smangat!! kl udah ada rasa pengen, insyaallah udah didenger keinginannya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: