Jalan-jalan ke Madiun..Part I

Berhubung hari ini adalah hari terakhir sebelum dimulainya libur panjang, maka aura di kantor pun sudah mulai terasa berat untuk mikir yang berat-berat. Lagian saya sedang tidak ada tanggungan yang harus diselesaikan, kewajiban saya sudah tuntas semuanya. Dan rasanya pikiran, badan, mata dan jari-jari saya tidak mau diajak kompromi untuk belajar sesuatu yang baru.

Maka, daripada melamun, akhirnya terlintas di benak saya, ”Apa yang akan saya lakukan, jika saya berada di kampung halaman saya, waktu libur panjang ini?”

Jawabannya tentu sudah pasti, ”Bersantai, getaway, jalan-jalan, (mungkin shopping?) dan berburu makanan ”langka” yang tidak bisa saya temui di tempat lain”.

Nah, karena kisahnya bakalan panjang, maka Part I ini akan saya kupas mulai transportasi ke Madiun, akomodasi dan tempat jalan-jalannya.

Sekilas info saja, Madiun adalah sebuah kota di Jawa Timur yang terdiri dari Kota dan Kabupaten, berada sekitar 4 jam perjalanan arah barat daya dari Surabaya dan 4 jam perjalanan arah timur dari Jogjakarta. Sedangkan Ponorogo berasa 13 km arah selatan dari Madiun, dan Magetan, sekitar 30km arah barat dari Madiun.

Saya sendiri lahir dan dibesarkan di Kabupaten Madiun, tepatnya sebuah desa yang bernama Dolopo, yang terletak di tengah-tengah antara kota Madiun dan Ponorogo.

Nah, kesempatan kali ini, saya akan mencoba menulis sekilas tentang jalan-jalan di Madiun. (Nantinya saya juga ingin menulis tentang obyek wisata dan makan-makannya. PS : maaf, saya belum bisa menyediakan foto…Doakan saja saya bisa pulang kampung tahun depan dan bisa foto2 :( ).


Transportasi (dari Luar Kota)

Untuk menuju Madiun, terdapat berbagai macam transportasi yang bisa Anda andalkan.

§ Bus Umum

Bus umum berasal dari semua kota. Jika Anda melanjutkan perjalanan dari Surabaya (Juanda Airport), maka anda bisa naik bus umum yang tanpa AC hanya dengan maksimal Rp. 20 ribu, serta bus ber-AC maksimal Rp. 40 ribu. Perjalanan dengan bus sekitar 3-4 jam. Bus Umum akan berhenti di Terminal Madiun, tepat dipinggir kota Madiun. Anda bisa naik angkutan umum (angkot) untuk ke pusat kota, atau bus kota. Perjalanan dari terminal ke pusat kota, tak memakan waktu lebih dari 15 menit. Perjalanan dari jogja juga memakan waktu dan biaya kurang lebih sama.

§ Kereta Api

Di Madiun terdapat stasiun kereta api besar yang disinggahi oleh hampir semua kereta baik yang melewati jalur utara ataupun jalur selatan. Oleh karena itu, hampir semua kereta sudah dipastikan akan melewati dan singgah di kota Madiun. Pilihan kereta mulai dari kelas ekonomi, bisnis, sampai dengan eksekutif. Kereta ekonomi dari dan ke Surabaya berkisar sampai dengan Rp. 20 ribu, dengan sekitar 4 jam perjalanan. Kereta bisnis sekitar Rp. 45-55 ribu, serta eksekutif sebesar Rp. 60-80 ribu, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Perjalanan dari jogja juga memakan waktu dan biaya kurang lebih sama.

§ Kendaraan Pribadi

Kendaraan pribadi memang pilihan yang paling nyaman dan fleksibel. Dengan kendaraan pribadi, biasanya perjalanan nonstop dapat ditempuh selama 3-4 jam. Jika anda tidak menyewa kendaraan, biasanya tarif sekitar Rp. 200 ribu untuk satu hari. Jika Anda berangkat dari Surabaya, maka di sepanjang jalan menuju Madiun tersedia berbagai macam restoran dan tempat peristirahatan. Beberapa diantaranya yang saya sudah pernah coba dan saya sarankan adalah :

- Restoran Sekar Jaya, bertempat setelah bekas gerbang jalan tol Mojokerto, di kanan jalan (dari arah Surabaya). Yang patut dinikmati adalah gurame goreng, gurih dan kriuk banget, murah lagi (Rp. 20 ribu untuk ukuran sedang). Ayam gorengnya juga enak. Tersedia juga pecel. Tak lupa nasi gorengnya juga terasa ”Jawa” banget. Tempatnya lumayan bersih, dan ada musholla nya.

- Restoran Pojok II, setelah melewati Jombang dan menuju Nganjuk, di kanan jalan (dari arah Surabaya). Makanannya lumayan, bagi saya yang paling enak adalah Nasi gorengnya dan ayam goreng. Yang lain rasanya standar. Cuma perlu diperhatikan jangan pernah memesan makanan yang lama sampainya (seperti sate – saya pernah nunggu sampai 1,5 jam – padahal sedang kelaparan dan akhirnya sakit gara-gara telat makan). Harga cukup terjangkau, murah meriah. Tempatnya biasa aja, ada musholla juga.

- Restoran Pagi Sore. Setelah melewati kota Nganjuk, maka anda akan melewati kawasan hutan jati yang bernama Saradan. Nah, di tengah kawasan hutan jati ini, terdapat sebuah restoran padang yang megah, berada di kanan jalan (arah dari Surabaya). Parkirnya luas, karena sering dipakai tempat singgah oleh bus-bus perjalanan. Makanannya lumayan lah untuk ukuran masakan padang (saya tak terlalu hobi dengan masakan padang). Tapi yang jelas, Anda tidak perlu tanya masalah harga, karena dengan makan disini, sudah pasti anda harus merogoh kocek lebih dalam…hehe…Tapi untuk Anda yang lebih mementingkan tempat yang nyaman, mungkin di sini tempat yang tepat. Bagi anda yang Cuma sekedar ingin beristirahat sejenak, maka anda bisa beristirahat di parkirannya yang luas (tanpa harus makan di restorannya) dan juga bisa berbelanja di toserba yang cukup lengkap. Juga tersedia musholla yang sangat bersih dan ber AC di restoran ini.

Transportasi (dalam Luar Kota)

Setelah berada dalam kota, tentu tak akan jadi masalah jika anda membawa mobil pribadi. Tetapi jika tak membawa mobil pribadi, maka tak jadi masalah. Anda bisa mengandalkan Angkota yang setiap saat bisa ditemui di seluruh pelosok kota. Untuk perjalanan jarak pendek, sangat nyaman untuk berkeliling dengan becak yang sangat mudah ditemui di kota – Madiun adalah kota kecil yang relatif rendah polusi dan tak terlalu padat di jalan-jalan. Hanya yang perlu anda waspadai adalah, saat siang hari, kota Madiun bisa sangat panas menyengat, mirip seperti di Surabaya. Hal ini karena Madiun – menurut saya – bukan lagi termasuk kota yang hijau. Oleh karena itu, jalan-jalan di kota yang saya sarankan adalah, saat siang hari jalan-jalan di Mall, saat malam hari bisa jalan-jalan keliling kota menaiki becak sambil mencari tempat-tempat makan yang enak.

Akomodasi

Nah, selamat datang di Kota Madiun… jika anda tidak mempunyai tujuan untuk bermalam, maka di kota Madiun terdapat banyak sekali pilihan hotel atau losmen yang tersedia. Mulai dari yang mahal hingga yang murah. Beberapa tempat penginapan yang disarankan adalah :

- Hotel Merdeka, hotel bintang dua ini adalah hotel tua, tapi fasilitasnya lumayan lengkap, baik fasilitas kamar maupun yang lain. Untuk kamar deluxe, anda hanya perlu mengeluarkan kocek sekitar Rp. 200 ribu per malam, sudah termasuk sarapan pagi. Yang istimewa dari hotel ini adalah lokasinya yang tepat berada di depan Pasaraya Sri Ratu, salah satu dari dua mall yang ada di Kota Madiun.

- Terdapat juga hotel lain yang tersebar di seluruh kota, dengan harga yang sangat terjangkau.

Tempat Jalan-jalan

Sebagai kota kecil, memang Madiun tidak memiliki tempat hiburan yang lengkap seperti di Surabaya atau kota besar lainnya. Tapi terdapat beberapa tempat jalan-jalan yang lumayan asyik untuk dinikmati.

- Pasaraya Sri Ratu, Mall yang mirip seperti Matahari atau Ramayana. Tersedia beberapa tempat makan yang lumayan juga, seperti Es Teler 77, serta food court yang lumayan lengkap. Makanan yang paling saya suka di foodcourt adalah masakan jepangnya (mulai dari tempura, teriyaki, dll – meskipun harganya lumayan mahal). jajanan yang tersedia dan dijual di basement (tempat parkir) juga lumayan beraneka ragam. Harga sembako di swalayan nya cukup murah dan bersaing dengan pasar tradisional. Produk garmen dan aksesorisnya pun lumayan, tak ketinggalan mode dengan kota besar lain.

- Mall Madiun, atau Matahari Madiun. Tempatnya lebih kecil daripada Pasaraya Sri Ratu, tapi karena menggandeng Matahari, maka produk garmen yang ditawarkan standard seperti yang tersedia di Matahari manapun di Indonesia. Terdapat foodcourt yang menyediakan berbagai makanan (hanya agak mahal). Jajanan yang disediakan di lantai 1 juga bermacam-macam, mulai dari fresh bakery sampai kue-kue tradisional yang layak untuk dicoba.

- Aloon-aloon Madiun, tepat berada di pusat kota Madiun, tentu saja hanya ramai dikunjungi saat sore hari menjelang sampai dengan malam hari. Malam minggu biasanya digunakan sebagai ajang kumpul anak-anak muda. Bagi anda yang suka olahraga, mungkin jalan-jalan sore hari di aloon-aloon Madiun lumayan menghibur. Karena setelah malam menjelang, terdapat berbagai warung tenda di sekitaran aloon-aloon yang menjual aneka makanan. Namun bagi anda yang tidak suka suasana hiruk pikuk dan ramai orang (seperti saya), maka jalan-jalan disini di waktu malam tidak disarankan.

To be continued… Jalan-jalan ke Madiun, Part II

About these ads

23 Responses

  1. Waw. Reportase lengkap bu ullie’. Ngga ada tempat wisata yang unik di Madiun? Sri Ratu juga ada di kota sayah, alun-alun apalagi :D :P

  2. @galih
    Sabar…sabar…ini lagi ditulis part II nya…ntar ngebahas ttg obyek wisatanya, makan-makannya…tenang aja.. ;)
    Oia..madiun ada Lanud Iswahyudi..tempat mangkalnya Sukhoi…gak ada kan di Tulungagung…weheheheh…

  3. oke deh, ni mungkin hanya satu sisi dari tinjauan anda, sangat enarik sekali… coba kita melongok lebih jauh lagi, apakah kita cukup peduli dengan perkembangan kota kita?? saya yaqin hanya sebagian orang memiliki pemikiran tentang kebaikan dan keindahan kota. tidak usah jauh2 deh,, pemasangan billboard besar-besaran merupakan salah satu image negatif yang berkembang di kota, belumlagi dengan penempatan yang salah. apakah kota madiun cukup sadar dengan ini?? DINAS PARIWISATA kota belum maksimal menggali kota madiun. ayo coba kolaborasi dengan perencana kota / arsitek untuk bangunan2 lama yang menjadi cagar budaya kota.. tidak hanya mall dan mall saja yang timbul di tengah kota. emang sudah tepat apa peletakan mall di tengah kota?? bikin macet iya, matikan ekonomi pasar tradisional iya, trus apa untungnya unt masyarakat?? gaya hidup??? ni lah image dan pemikiran yang perlu diluruskan untuk pemua pemangku jabatan di kota dan kabupaten… thanks.. WEMPI_ARSITEK

  4. @wempi
    setuju dgn anda….memang ini masalah yg dilematis. Pembangunan mall menurut pejabat bisa menyerap tenaga kerja (ini memang benar) tapi mungkin juga menjadi salah satu penyebab sepinya pasar tradisional (saya kira tidak langsung mati…tapi memang drastis jadi lebih sepi). Menurut saya salah satu negara yg mampu menerapkan kepentingan rakyat di atas kepentingan “pihak tertentu” adalah Mesir. Di Mesir pembangunan mall harus minimal bbrp puluh km dari pusat kota, sehingga pedagang kecil tetap terlindungi. Kapan2 mudah2an saya bisa menulis ttg Mesir dan keadaan sosial ekonominya yang sangat memihak “wong cilik”

  5. Shrsnya madiun bsa meniru malang yg memadukan wisata alam & modern.Aplg skrg malang sdh mnjd kota metropolis baru dgn khadiran bandara Abd.R.Saleh & Malang Olympic Garden Superblock(mall,hotel,&international standart sport complex) yg melengkapi belasan mal lain di malang.Aplg kota kami adlh kota pendidikan internasional dgn 3 universitas negeri & 28 universitas swasta.FANTASTIC MALANG 2008.

  6. Tolong dong mbak ulliee , nasi pecel yang enak di Madiun dimana?
    kalau tidak ada halangan tanggal 18 Agustus 2008 aku mau ke Madiun dan ingin coba pecel madiun yang asli. matur nuwun

  7. @toni
    Ada banyak sekali di seputaran kota madiun, tapi favorit saya adalah pecel Moroseneng Bu Maliki, di dekat pasar Sleko, depan Fire Club….tempatnya lesehan pinggir jalan tapi nyaman kok..(krn skrg kan lg musim kemarau jd g mgkn ujan)….enak dan murah…favorit saya biasanya…pecel lengkap, lauknya paru goreng dan peyek udang…wah…paling manteb..tp usahakan sore2 sudah datang, krn di atas jam 8 lauknya uda pada abis…Oia..dia jual sambel pecel jg kok misal buat oleh2….ok…Welcome to Madiun :)

  8. madiun is my hometown…n i’m so miss u……
    udah 1thn lebih i still in yogyakarta to study tourism departement…..n i hope when i go home, i could bring my knowledge and work in there….

  9. madiun is my hometown…n i’m so miss u……
    udah 1thn lebih i still in yogyakarta to study tourism departement…..n i hope when i go home, i could bring my knowledge and work in there…. n my be smeone needed me can call in 085737053074

  10. madiun is very beautiful …………
    i miss u ,and my brother work in there….
    and i born in madiun

  11. nenekku ama nenek cowokku madiun juga lho, lam kenal

  12. dear aulia,

    saya mau ke madiun dari jakarta berangkat pagi naik kereta eksekutive, kira2 berhenti di madiun jam berapa yaa…info yaa karena baru pertama ke madiun nich…rencana mau berangkat tgl. 3 Juni 2008

  13. Trims mba, cukup informatif

  14. Kangen madiun. Ada bnyk kenangan di setiap sudut madiun. Aq kangenn.. Skrg aq d perantauan. Pulg kmpung 4bln 1x.

  15. hebat,… terima kasih infonya

  16. madiun……………jadi ingat waktu bolos d stadion wilis,presidet plza,bisbo,pasar burung joyo sekarang gimana kbr u madiun???????o ya aku jg lahir d thelopo……….

  17. wah pengen ke madiun lagi…

  18. Miss my lovely city….. Madiun

  19. Maaf, saya ingin memiliki panduan jalur rute angkota-angkota dalam Madiun atau setidaknya mengetahuinya, seperti misalnya angkota “A” itu dari terminal besar kemana saja;”B”;”C”, dan seterusnya.
    Mohon sekali jika mengetahui supaya meng-share-kannya….

    • Wah maaf saya tdk hapal dgn jalur angkutan kota di madiun. Tp krn madiun kota kecil, sepertinya jalur angkota nya pun tdk banyak

  20. kalo dari madiun mau ke magetan enaknya naik apa ya ??? minta recomendasinya dong……tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: